Kumpulan Puisi Sedih Terbaru

Kumpulan Puisi Sedih Terbaru - Hallo, kali ini seperti biasanya saya akan berbagi lagi artikel dengan ulasan tema puisi sedih, baik itu karena cinta, karena galau, atau putus cinta, karena rindu tidak terbalas, di sini lengkap saya bagikan puisinya dalam 3 karakter. untuk lebih lanjut simak saja di bawah ini.

Kumpulan Puisi Sedih Terbaru

Baiklah puisi pertama ini adalah tentang kesedihan yang dalam pada kerinduan yang tak terungkap, simak aja makna nya di bawah ini.
    Puisi Sedih Ceritaku
    Karya : Sintia Dewi Fatmawati, Magelang.

    sendiri terpaku memandang langit.
    diatas,ribuan bintang menatapku lekat.
    yang temaram tanpa sinar.
    karena gundah gelisah mengakar..

    aku ingin bak sang garuda.
    mengepakan sayap gagah berani
    tak kenal gentar akan segala goda...
    tak kenal lelah akan riuhnya badai....
    tapi,aku hanyalah sang kupu.
    mengepakan sayap lemah...
    dan terbang tak kenal arah....

Dan yang kedua puisi sedih kali ini membahas tentang kerinduan dengan seseorang yang kita sayangi, simak puisi kesedihannya.
Saat yang Kurindukan

Saat ketika aku memilikimu adalah saat yang kurindukan
Saat ketika kau tinggalkanku adalah saat aku mati
Jika aku hidup dalam ketakutan karena kematian yang dijanjikan
Aku lebih suka bersamamu ketimbang hidupku selamat

Ketika aku melihat kesedihanmu
Hal itu melukaiku, seperti yang kau lihat
Dan ketika aku tidak melihatmu
Hal itu melukaiku, seperti yang kau lihat
Wahai, bicaralah padaku, hidupku
Cintaku, bercakaplah denganku.

Untuk keberapa lama kesedihan ini kuderita
Bukankah aku telah cukup membayarnya dengan banyak air mata?
Wahai kekasih, bicaralah padaku
Wahai kekasih, jawablah aku.
(Husain Haddawy).

Lanjut deah dengan puisi yang ke tiga ini tentang cinta yang di tinggal pergi, pasti galau banget ya kalau kita cinta sama seseorang terus di tinggal pergi begitu aja, cakedok
    Meratapi Kepergian

    Jika aku meratapi kepergianmu, apa yang akan kamu katakan?
    Jika aku merana karena cinta, kemana jalannya?
    Jika  mengutus seseorang untuk menceritakan kesedihanku
    Sang kekasih mengeluh tak seorang pun mau menyampaikan.

    Jika aku dengan penuh kesabaran berusaha menahan semua deritaku
    Setelah hilangnya cinta, aku tak mampu menahan hempasannya
    Tiada yang tinggal kecuali kesedihan dan penyesalan
    Dan air mata yang terus mengalir di pipi.

    Engkau yang telah lama hilang dari pandanganku
    Maukah engkau tinggal selamanya demi hatiku yang mencinta
    Engkaulah yang telah mengjariku bagaimana mencintai
    Dan tidak akan menyimpang dari ikrar cinta.
    (Karya : Husain Haddawy, 1988)

Itu saja dulu nanti saya posting puisi puisi menarik selanjutnya, jangan lupa pantau terus blog kami ini dari kataremaja.com, selamat menikmati sajian artikel kami :)